Minggu, 07 Oktober 2012

Jenis Dan Tipe Bisnis Di Bidang TIK (consultan, e-commerce, software house)


Perkembangan teknologi Informatika yang pesat saat ini telah memicu timbulnya beragam jenis dan tipe bisnis informatika. Secara garis besar terdapat 2 macam bisnis informatika yaitu produk dan jasa, antara lain:

1. Produk
- Hardware / Perangkat Keras
- Software / Perangkat Lunak

2. Jasa
- Aplikasi
- e-commerce
- Consultan
- Infrastruktur informasi dan komputer

berikut ini saya akan menjelaskan mengenai consultan, e-commerce, software house yang merupakan produk dan jasa dari pemanfaatan Teknologi Informasi dalam dunia bisnis.

Software House
Yaitu seseorang atau perusahaan kecil yang bergerak di bidang jasa pembuatan atau perbaikan perangkat lunak (software). Software house biasanya menerima pembuatan atau perbaikan software, database, website, program accounting lengkap, termasuk inventory management, purcahasing / selling product dan service, Account based and support online system, IntelliGuard-EYE : program security kamera (cctv / webcam) dengan kemampuan mendeteksi gerakan sehingga dapat memaksimalkan kapasitas hardware yang tersedia jaringan & SEO (search engine optimization) serta bisa untuk semua jenis usaha (perusahaan, toko, kasir, hotel, restaurant, maupun personal)


Consultan TI
Konsultan TI merupakan pengembang atau pembuat teknologi informatika dan komunikasi.Seorang konsultan TI biasanya memberikan saran bisnis, menyelesaikan msalah teknis maupun memperbaiki struktur dan efisiensi dalam sistem.



E-Commerce
E-commerce merupakan suatu tindakan melakukan transaksi bisnis secara elektronik dengan menggunakan internet sebagai media komunikasi yang paling utama.

E-commerce juga dapat didefinisikan dari beberapa perspektif :

1. Komunikasi : pengiriman barang, jasa, informasi, atau pembayaran melalui jaringan computer atau sarana electronic lainnya.

2. Perdagangan : penyediaan sarana untuk membeli dan menjual produk, jasa, dan informasi untuk internet atau fasilitas online lainnnya.

3. Proses Bisnis : menjalankan proses bisnis secara elektronik melalui jaringan elektronik, menggantikan proses bisnis dengan informasi

4. Layanan : cara bagi pemerintah, perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya pelayanan/operasi sekaligus meningkatkan mutu dan kecepatan layanan bagi konsumen.








Teknologi Informatika Dalam Dunia Bisnis



Sebelum membahas mengenai pemanfaatan teknologi dalam dunia bisnis, saya akan menjelaskan terlebihdahulu mengenai teknologi informasi. Istilah teknologi informasi mulai populer di akhir tahun 70-an. Pada masa itu, istilah teknologi informasi biasa disebut dengan komputer atau pengolahan data elektronis (electronic data processing). Teknologi informasi  sendiri didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), komputer, komunikasi, dan elektronik digital. Penggunaan Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer, tetapi merupakan semua perangkat atau peralatan yang dapat membantu seseorang  bekerja dan segala hal yang berhubungan dengan suatu proses, dan juga bagai mana suatu informasi itu dapat sampai ke pihak yang membutuhkan, baik berupa data, suara ataupun video.

Saat ini, Teknologi Informasi telah digunakan di berbagai bidang seperti pendidikan, hiburan, maupun bisnis. Di bidang Ekonomi dan bisnis, Perkembangan Teknologi sangat berpengaruh terhadap aspek ekonomi dan bisnis di dunia. Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet. Sedangkan dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.

Jejaring privat ini hadir di semua industri global, di mana perusahaan multinasional menjadi perusahaan jejaring. Para pengguna bisnis berskala besar memiliki kebutuhan akan sistem yang cost-effective, leluasa, aman, automated, terpadu dan terandalkan. Jika para penyedia layanan lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan ini, dengan biaya yang masuk akal, perusahaan-perusahaan besar memiliki pilihan untuk mengembangkan sendiri jejaring privat.

Perusahaan multinasional telah dapat mengkoordinasikan produksi dan marketing dengan sistem komunikasi berbasis satelit dengan kapabilitas video-conferencing, untuk tujuan mengkoordinasikan pengembangan produk dan disain manufaktur. Perusahaan-perusahaan kecil lebih terbatas kemampuannya untuk mengembangkan jejaring TIK sendiri ataupun untuk menyewa, karena besarnya biaya. Ini menjadi pilihan yang ekonomik hanya jika organisasi tersebut cukup besar untuk menimbulkan cukup trafik untuk menghasilkan penghematan. Oleh karena ini, perusahaan-perusahaan global merupakan pihak-pihak yang pertama yang mengadopsi TIK baru. Sektor-sektor yang sangat bergantung pada TIK mencakup, antara lain perusahaan-perusahaan layanan finansial. Departemen TI pada sebuah perusahaan mulai dibangun dan secara konstan diminta untuk mengembangkan suatu layanan, mengembangkan suatu sistem, dan mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis teknologi informasi.